Jumat, 15 Maret 2013

Menjadi Spesialis


Selamat siang kepada sobat semua..Saat yang tepat jika siang hari ini kita mencari sesuatu yang berarti buat hiddup ini.Hidup cuma sekali,dan itu sudah sangat berarti bagi yang bisa memanfaatkannya terutama untuk bisa menjadi manfaat kepada Orang banyak.Apakah hidup-ku sudah bermanfaat?itulah pertanyaan saya yang muncul tadi malam yang saya tujukan ke aku sendiri.Tulisan Menjadi Spesialisadalah saya share kesobat semua untuk menjadi bahan renungan aja.karena kenapa judul nya Menjadi Spesialis,ya karena itu bahwa
kita musti akan menjadi spesialis
yang merupakan identitas kita sampai tua..Contoh nya,si-X adalah seorang Dokter ahli jantung..maka sampai tua pun,si X akan dikenang sebagai seorang ahli jantung..betulkan..?
Apakah penting sebuah istilah
Spesialis
untuk identitas kita..?
kalo begitu pertanyaannya,maka hanya di hati sobatlah jawaban itu terdengar.karena mau tidak mau,hidup ini memang harus menjadi bagian dari sebuah spesial,dan itu baru dinamakan hidup yang menuju ke"sebuah identitas baru"
Apakah kita masing-masing sadar bahwa sebenarnya spesialis kita apa sich?Apakah orang mengenal kita dengan banyak alias..?
Untuk menjai Spesialis,sebetulnya itu sudah harus di rencanakan,di bentuk,di pupuk,dan di tingkatkan sejak kita masih kecil..mengapa...?Berikut ada sebuah renungan buat sobat semua........
Sewaktu saya kecil dulu,kira-kira saat saya kelas 4 SD,saya sangat gemar dengan pelajaran kesenian,yang kebetulan pelajaran itu berupa memainkan alat musik Gamelan jawa.Tapi karena itu bukan sebuah pelajaran inti di sekolah,maka bakat saya untuk mengasah lebih jauh dengan gamelan jawa tersebut menjadi pudar,dan akhirnya untuk menjadi Spesialis di bidang gamelan-pun sirna.
Ada lagi sebuah cerita tetangga saya yang mempunyai anak sekolah dengan nilai rata-rata 8 untuk semua mata pelajarannya,kecuali dengan mata pelajaran Matematika yang nilainya 6.Nah tetangga saya itu bilang ke anak nya bahwa dia harus ambil les private khusus untuk pelajaran matematika-nya biar nilainya bisa minimal sama dengan yang lain.
saya lantas berfikir,apa ada anak yang mampu menguasai semua pelajaran tanpa ada satupun yang tertinggal?
Kalau menurut ku sich,biarlah anak memilih SATU PELAJARAN spesialis-nyadan jadilah terhebat dan terus hebat.Kalau perlu ambil private untuk pelajaran yang paling di sukai dan yang mempunyai nilai terbaik agar anak itu semakin hebat di bidang mata pelajaran itu.
Itulah gambaran renungan tentang SPesialis....
Dan jangan lupa bahwa dalam segala halpun,kita harus tahu dan menjalankan Spesialis kita,mungkin dalam bisnis,belajar,bekerja atau menulis blog...itulah gambaran Spesialis yang saya maksud,semoga bermanfaat.






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar